Hubungan Walisongo dengan Muslim Tionghoa di lndonesia

Sumber Paparan Tanpa Makalah: Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI)
Seminar Internasional : CHENG HO, WALISONGO DAN MUSLIM TIONGHOA DI INDONESIA DI MASA LALU, KINI DAN ESOK (26-27 April 2008)

Mendengar banyak masukan tentang Muslim Tionghoa di lndonesia yang cukup kurang, maka saya menambahkan lima catatan sejarah yang penting untuk digaris bawahi berkaitan dengan Tionghoa muslim di lndonesia. Menurut Buku karangan seorang direktur utama Bank Rekontruksi Eropa pada tahun 1521.

 Ada lima kejadian penting saat itu, yakni:

  1. Tahun dimana Vasco de Gama sampai di Bermuda.
  2. Pada abad itu juga pelaut-pelaut Eropa berhasil singgah di pantai sebelah barat Afrika Barat yang ternyata di tempat tersebut telah berdiri kerajaan lslam.  Para pasukan kerajaan tersebut menyerang para pelaut Eropa. Para pasukan kerajaan lslam tersebut dilawan oleh pelaut Eropa dengan bom. Mereka mengira bom tersebut adalah lidah api atau setan. Maka mereka mundur ke wilayah dalam, sehingga terjadi kekosongan di pinggir pantai. Kemudian kawasan dipinggir pantai tersebut menjadi tujuan orang-orang Eropa untuk mengisi air sebelum meneruskan perjalanan ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan.
  3. Bangsa Borgia di ltalia berhasil mendudukkan seorang warganya menjadi Paus Climent kedua di Eropa melalui sogokan dan perempuan, sehingga membuat marah orang-orang Kristen kala itu. Dari kejadian itu, golongan Kristen dan Khatolik tidak bisa bersatu sampai saat ini.
  4. Bangsa Kasmirzkhi Polandia berhasil mengalahkan Rusia, Namun bangsa Rusia dipimpin Moskowvitch kembali berhasil mengusir Polandia dan menjadikan bahasa mereka sebagai salah satu bahasa dunia termasuk di PBB.
  5. Seorang menteri peperangan di Tiongkok yang mewakili kerajaan atau wali negeri, karena sang Raja meninggal sedangkan penggantinya masih berusia 10 tahun. la penganut Konghucu fundamental yang ketakutan jika orang-orang muslim Tiongkok di perantauan kembali dan membeli banyak tanah. la khawatir sekembalinya orang-orang tersebut akan menjadikan Tiongkok sebagai negara lslam. Begitu ia menjadi wali negeri, ia perintahkan semua kapal perantau untuk kembali ke Tiongkok dan dibakar. Pejabat Konghucu fundamentalis tersebut berhasil memutuskan hubungan dengan seluruh orang Tionghoa perantauan agar tidak kembali ke negaranya, maka orang-orang Tionghoa muslim membaur dengan penduduk setempat dan dianggap penduduk asli. Kejadian ini membuat banyak orang Tionghoa menjadi muslim.

Belakangan Belandalah yang membawa kembali orang-orang Tionghoa berbagai agama masuk kembali ke lndonesia untuk dipekerjakan. Saya tidak tahu persis hubungan antara abad 15 dengan abad 16. Pada tahun 1492 atau abad ke-15 saat masuknya Vasco de Gama ke daratan Amerika, bagaimana keadaan muslim Tionghoa di lndonesia, tidak banyak yang saya ketahui. Namun, muslim Tionghoa jauh sebelumnya telah ada di lndonesia dan hidup rukun serta tidak ada masalah.

Di Majapahit, Raja Brawijaya V memiliki permaisuri bernama Kencana Wungu yang beragama Hindu Budha. la juga memiliki seorang selir orang Tionghoa dari Champa bernama Putri Champa yang memiliki dua orang anak bernama Tan Eng Hwat (tinggal di Trowulan) dan Tan A Lok. Tan Eng Hwat kemudian mendirikan Kesultanan Demak Glagahwangi dan mengganti nama menjadi Raden Patah. Ketika terjadi penyerangan orang-orang beragama lslam di Majapahit, banyak orang yang mati di Troloyo satu kilo dari Trowulan. Termasuk Tan Kim Han (orang marga Tan Berbaju Kuning Keemasan) duta besar Tiongkok untuk Majapahit. Tan Kim Han seorang muslim dan juga nenek moyang saya. Saat ini makam beliau dikenal dengan sebutan Syech Jumadil Kubro yang setiap tahun selalu diperingati (selamatan/haul). Lalu terjadilah cerai berai. lstrinya Tan Kim Han, Tan A Lok mengungsi ke Bonang dan ditolong orang-orang Bun Ang artinya ahli silat berbaju merah pimpinan Sunan Bonang berasal dari kata Bun Ang. Tan Eng Hwat dan Tan A Lok adalah nenek moyang saya. lnilah hubungan Walisongo dengan Muslim Tionghoa.

Hubungan Walisongo dengan Muslim Tionghoa di lndonesia

Sumber Paparan Tanpa Makalah: Abdurrahman Wahid (mantan Presiden RI)
Seminar Internasional : CHENG HO, WALISONGO DAN MUSLIM TIONGHOA DI INDONESIA DI MASA LALU, KINI DAN ESOK (26-27 April 2008)

Mendengar banyak masukan tentang Muslim Tionghoa di lndonesia yang cukup kurang, maka saya menambahkan lima catatan sejarah yang penting untuk digaris bawahi berkaitan dengan Tionghoa muslim di lndonesia. Menurut Buku karangan seorang direktur utama Bank Rekontruksi Eropa pada tahun 1521.

 Ada lima kejadian penting saat itu, yakni:

  1. Tahun dimana Vasco de Gama sampai di Bermuda.
  2. Pada abad itu juga pelaut-pelaut Eropa berhasil singgah di pantai sebelah barat Afrika Barat yang ternyata di tempat tersebut telah berdiri kerajaan lslam.  Para pasukan kerajaan tersebut menyerang para pelaut Eropa. Para pasukan kerajaan lslam tersebut dilawan oleh pelaut Eropa dengan bom. Mereka mengira bom tersebut adalah lidah api atau setan. Maka mereka mundur ke wilayah dalam, sehingga terjadi kekosongan di pinggir pantai. Kemudian kawasan dipinggir pantai tersebut menjadi tujuan orang-orang Eropa untuk mengisi air sebelum meneruskan perjalanan ke Tanjung Harapan, Afrika Selatan.
  3. Bangsa Borgia di ltalia berhasil mendudukkan seorang warganya menjadi Paus Climent kedua di Eropa melalui sogokan dan perempuan, sehingga membuat marah orang-orang Kristen kala itu. Dari kejadian itu, golongan Kristen dan Khatolik tidak bisa bersatu sampai saat ini.
  4. Bangsa Kasmirzkhi Polandia berhasil mengalahkan Rusia, Namun bangsa Rusia dipimpin Moskowvitch kembali berhasil mengusir Polandia dan menjadikan bahasa mereka sebagai salah satu bahasa dunia termasuk di PBB.
  5. Seorang menteri peperangan di Tiongkok yang mewakili kerajaan atau wali negeri, karena sang Raja meninggal sedangkan penggantinya masih berusia 10 tahun. la penganut Konghucu fundamental yang ketakutan jika orang-orang muslim Tiongkok di perantauan kembali dan membeli banyak tanah. la khawatir sekembalinya orang-orang tersebut akan menjadikan Tiongkok sebagai negara lslam. Begitu ia menjadi wali negeri, ia perintahkan semua kapal perantau untuk kembali ke Tiongkok dan dibakar. Pejabat Konghucu fundamentalis tersebut berhasil memutuskan hubungan dengan seluruh orang Tionghoa perantauan agar tidak kembali ke negaranya, maka orang-orang Tionghoa muslim membaur dengan penduduk setempat dan dianggap penduduk asli. Kejadian ini membuat banyak orang Tionghoa menjadi muslim.

Belakangan Belandalah yang membawa kembali orang-orang Tionghoa berbagai agama masuk kembali ke lndonesia untuk dipekerjakan. Saya tidak tahu persis hubungan antara abad 15 dengan abad 16. Pada tahun 1492 atau abad ke-15 saat masuknya Vasco de Gama ke daratan Amerika, bagaimana keadaan muslim Tionghoa di lndonesia, tidak banyak yang saya ketahui. Namun, muslim Tionghoa jauh sebelumnya telah ada di lndonesia dan hidup rukun serta tidak ada masalah.

Di Majapahit, Raja Brawijaya V memiliki permaisuri bernama Kencana Wungu yang beragama Hindu Budha. la juga memiliki seorang selir orang Tionghoa dari Champa bernama Putri Champa yang memiliki dua orang anak bernama Tan Eng Hwat (tinggal di Trowulan) dan Tan A Lok. Tan Eng Hwat kemudian mendirikan Kesultanan Demak Glagahwangi dan mengganti nama menjadi Raden Patah. Ketika terjadi penyerangan orang-orang beragama lslam di Majapahit, banyak orang yang mati di Troloyo satu kilo dari Trowulan. Termasuk Tan Kim Han (orang marga Tan Berbaju Kuning Keemasan) duta besar Tiongkok untuk Majapahit. Tan Kim Han seorang muslim dan juga nenek moyang saya. Saat ini makam beliau dikenal dengan sebutan Syech Jumadil Kubro yang setiap tahun selalu diperingati (selamatan/haul). Lalu terjadilah cerai berai. lstrinya Tan Kim Han, Tan A Lok mengungsi ke Bonang dan ditolong orang-orang Bun Ang artinya ahli silat berbaju merah pimpinan Sunan Bonang berasal dari kata Bun Ang. Tan Eng Hwat dan Tan A Lok adalah nenek moyang saya. lnilah hubungan Walisongo dengan Muslim Tionghoa.

Halaman 2

Melihat runtutan peristiwa dan catatan sejarah, bahwa Sunan Ampel, Sunan Drajat, Sunan Muria, dan Sunan Bonang para tokoh Wali Songo penyebar agama lslam di lndonesia adalah keturunan Tionghoa. Makam dan bukti-bukti peninggalan sejarah masih dapat disaksikan hingga kini.

Raden Wijaya yang memanfaatkan tentara Kubilaikhan menyerbu Singosari yang dipimpin Kertanegara beragama Hindu Budha, dan lantas mendirikan kerajaan Majapahit masa itu sungai Brantas adalah tempat lalu lalangnya armada laut Tiongkok sejak jaman Laksamana Cheng Ho. Lalu ibukota Majapahit didirikan di daerah Tarik dekat Krian yang berasal dari kata 'tarekat'. Penduduk kota tersebut adalah orang Tionghoa muslim yang mengenal tarekat. Saya tidak tahu mengapa banyak orang muslim Tionghoa saat ini yang tidak tahu tarekat yang dulunya diperkenalkan nenek moyangnya. Ini semua karena akal-akalan Belanda.

Seperti halnya dengan bendera merah putih yang diakui Profesor Muhammad Yamin sebagai bendera dari nenek moyang bangsa lndonesia. Padahal sebetulnya bendera merah putih adalah bendera armada laut Tiongkok pada jaman dahulu yang telah mengarungi lautan hingga ke Madagaskar, Pulau Tahiti di Lautan pasifik yang amat luas. Sejarah harus tahu dan tidak boleh memungkirinya.

Orang muslim Tionghoa sejak awal sudah ada di bumi lndonesia hingga nenek moyang saya dari Arab datang ke Loksumawe, Samudra Pasai (Aceh) menuju ke Cepu. Orang tersebut yang kemudian memodernisasikan pertanian dan memperkenalkan pada penduduk setempat. Tanah yang dulunya rawa-rawa diubah menjadi lahan pertanian yang subur. Lalu nenek moyang saya tersebut dipanggil pemerintah Majapahit, karena kehebatannya.

Saat itu semua penduduk Majapahit banyak hutangnya karena perang, oleh orang Arab tersebut diberi pinjaman uang gratis, asalkan masuk lslam. Sehingga banyak penduduk Majapahit yang memeluk agama lslam. Akibatnya orang Arab tersebut diusir oieh pemerintahan kerajaan Majapahit. Orang Arab tersebut hijrah ke Gunung Kawi. Ia membuat makam dan dibarengi pendirian Klenteng serta pohon daun tirto, tempat orang memohon kekayaan. Di tempat tersebut beliau juga tidak kerasan lalu turun ke kawasan Ampel selama empat tahun hingga lahlirlah cucu beliau bernama Raden Rahmat atau Sunan Ampel yang blesteran Tionghoa Arab.  lnilah yang perlu diketahui dan saya meminta untuk terus menyelidiki sejarahnya.

Saya juga meminta agar muslim Tionghoa dan non muslim untuk saling bersatu, yang seolah bermusuhan, padahal tidak. Kesalah pahaman itu sebaiknya tidak ada. Saya pribadi adalah orang Tionghoa dari keturunan Tan Kim Han dan Tan A Lok, jadi jangan malu mengakuinya. Saya tidak tahu kehidupan masyarakat Tionghoa saat ini, karena saya lahir di masyarakat asli katanya, padahal yang asli itu tidak ada di lndonesia. Jadi saya mohon untuk tidak ada kesalah pahaman lagi. Kita semua sama. (SA)

(Sumber : Komunitas Edisi 41 – Juli 2008 )