AL QUR'AN KULIT SAPI TULISAN TANGAN TERTUA DI TIONGKOK

Dinas Peninggalan Budaya Negara Tiongkok mengeluarkan dana sebesar RMB 440.000 Yuan untuk memperbaiki Kitab Al Qur'an tulisan tangan tertua milik Masjid Jie Zie, Kabupaten Otonomi Suku Salak Xun Hoa, Propinsi Qing Hai. Al Qur'an 30 Juz ditulis di atas lembaran kulit sapi dan bergambar. Perbaikan Al Qur'an tertua tersebut mulai dikerjakan pada tahun 2006  oleh para ahli dari Museum Nanjing, dengan menggabungkan dua teknik tradisional dan modern. Proses  secara teknik, lembar demi lembar Al Qur'an yang terbuat dari kulit sapi tersebut dicuci dengan bahan tertentu untuk mematikan kumannya. Sedangkan semua halaman yang rusak maupun sobek disambung kembali. Setelah itu ditata satu persatu. Ketelitian, ketelatenan, keterampilan dan kesabaran para ahli dalam memperbaiki Al Qur'an kuno tersebut, kini dapat dilihat duplikatnya di Masjid Jie Zi. Sedangkan aslinya disimpan di Museum Suku Bangsa Nasional Beijing.

 

Kondisi Al Qur'an peninggalan Suku Salak ketika pertama kali ditemukan

Dengan adanya banyak peninggalan kuno Suku Salak, pihak Masjid Jie Zie berinisiatif membangun Museum Al Qur'an dan menganggarkan dana 150.000 RNB. Suku Salak yang banyak tinggal di Propinsi Qing Hai adalah keturunan Galemang dan adiknya Ahaemang. Makam keduanya hingga kini masih dapat dilihat di daerah tersebut. Konon nenek moyang Suku Salak datang ke Propinsi Qing Hai pada pertengahan abad ke-13 dari Asia Tengah. Mereka menunggang unta dan membawa Al Qur'an kulit sapi tersebut. Hingga saat ini sejarah Al Qur'an menjadi bagian kehidupan Suku Salak. Bahkan tarian unta yang dipertunjukkan saat pernikahan warga Suku Salak, hingga kini masih dilakukan.

Al Qur'an kulit sapi tertua peninggalan Suku Salak

 

Sumber: Majalah Komunitas Edisi 41 - Juli 2008