BEBERAPA CATATAN DALAM RANGKA MERUMUSKAN MODEL PENDEKATAN BAGI PERENCANAAN  DAKWAH

UNTUK KELOMPOK ETNIK TIONGHOA

Oleh : Ahmad Watik Pratiknya

 

1.    Pendahuluan

Dakwah adalah aktualisasi sala satu fungsi kodrati seorang muslim, fungsi kerisalahan yaitu berupa proses pengkondisian agara seseorang atau masyarakat mengetahui, memahami, mengimani dan mengamalkan Islam sebagai ajaran dan pandangan hidup. Dengan ungkapan, hakekat dakwah adalah suatu upaya untuk merubah suatu keadaan menjadi keadaan lain yang lebih baik menurut tolok ukur ajaran Islam. Pengkondisian dalam kaitan perubahan tersebut, berarti upaya menumbuhkan kesadaran dan kekuatan pada diri obyek, maka dakwah juga harus mempunyai makna pemecahan masalah kehidupannya, pemenuhan kebutuhannya.

Terminologi (a) proses pengkondisian, (b) perubahan yang menumbuhkan kesadaran internal dan (c) pemecahan masalah atau pemenuhan kebutuhan, merupakan tiga istilah kunci dalam rangka memahami dan menganalisis dinamika kegiatan dakwah. Dan tiga istilah ini juga yang dijadikan dasar bagi penulis untuk mengkaji permasalahan aspek pendekatan dakwah untuk kelompok etnik Tionghoa ini.

Selengkapnya: BEBERAPA CATATAN DALAM...

WAWASAN KEBANGSAAN INDONESIA

Oleh : K. Sindhunatha, SH

Ketua BAKOM-PKB Pusat 1977-1997

Pemrasaran dalam Seminar “ Islam dan Pembauran Nasional” Di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 6 – 7 Mei 1986

I.    Aspek Nation Indonesia

A. Konsep Nation Indonesia

Sumpah Pemuda tahun 1928 pada hakekatnya merupakan Proklamasi Eksistensi Kebangsaan Indonesia sebagai suatu Nation yang modern yang didasarkan atas :

  • Keinginan untuk bersatu
  • Persamaan watak karena digembleng oleh persamaan nasib
  • Cinta pada Tanah Air Indonesia

Dasar-dasar Kebangsaan Indonesia modern itu telah dijelaskan oleh Alm. Bung Karno proklamator di muka sidang paripurna PPKI dan diterima dengan aklamasi sebagai dasar pengertian sila ke 3 Persatuan Indonesia dari Pancasila kita. Secara negatif hal ini berarti bahwa bangsa Indonesia tidak merupakan suatu bangsa yang diikat oleh persamaan ras, persamaan kebudayaan maupun persamaan  agama.

Konsepsi kebangsaan Indonesia tersebut merupakan suatu hasil perkembangan pemikiran yang wajar yang didasarkan atas pengalaman-pengalaman konkrit serta pemikiran-pemikiran yang matang berdasarkan suatu visi atau wawasan nusantara.

Selengkapnya: WAWASAN KEBANGSAAN INDONESIA

ISLAM : AGAMA TERAPI

Arif Wibisono Adi

I. PENDAHULUAN

Sesungguhnya manusia dilahirkan dalam keadaan fithroh suci atau Islam, tapi orang tua atau lingkunganlah yang menjadikannya kafir atau musyrik. Dalam Asy-Syams: 7-9 dikatakan bahwa manusia diilhami dengan fujur dan taqwa, berarti manusia mempunyai potensi negatif dan potensi positif. Beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dan rugilah orang yang mengotorinya.

Dalam As-Sajadah: 7-9 dikatakan pula bahwa manusia diciptakan dari tanah, dan turunannya dari air yang hina, tapi kemudian ditiup oleh Ruh Allah. Manusia disamping ditaqdirkan dalam kondisi tertentu, tapi berbeda dengan malaikat dan binatang, manusia diberi kemampuan untuk melakukan pilihan-lilihan dalam menjalani kehidupannya. Dengan itu manusia dapat meningkat derajatnya lebih tinggi dari malaikat, tapi dapat juga jatuh lebih rendah dari binatang At-Tin: 4-6 mengatakan bahwa Allah SWT sudah menciptakan manusia sebaik-baiknya ciptaan, tapi dapat dibalikkan menjadi serendah-rendahnya martabat, kecuali yang beriman dan beramal sholeh. Iman dan amal sholeh merupakan faktor yang paling penting yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya.

Sepanjang sejarah, manusia telah seringkali jatuh dalam keadaan jahiliyah tanpa menyadarinya, selalu mengingkari hidayah Ilahi, hidup dalam kesesatan dan kegelapan, merasa kejahiliyahan itu baik dan nikmat, sedangkan hidayah Allah itu dianggap mengekang dan tidak enek. Akhirnya manusia mengalami penyelewengan, penderitaan dan keguncangan.

Selengkapnya: ISLAM : AGAMA TERAPI