Bedah Buku "Muslim Tionghoa" Karya Yunus Yahya oleh Slamet Sutrisno

 

 Djamaludin Ancok

Sebelum diskusi kita mulai, marilah kita panjatkan syukur sebesar-besar ke hadirat Allah SWT. karena pada malam hari ini, tidak seperti yang saya duga, yang hadir banyak sekali. Tadi bayangan saya, karena  kita mengupas suatu buku, tentu yang hadir tidak akan banyak. Namun syukur Alhamdulillah malam ini  sangat banyak. Mudah-mudahan ini adalah permulaan yang sangat baik bagi kita untuk hal-hal berikutnya.

Selengkapnya: Bedah buku muslim tionghoa

Agama Islam dan Orang Tionghoa di Indonesia

Drs. Arif Wibsono Adi, MM1

Bab  I.  Iustrasi

Sejak jaman penjajahan Belanda, di Indonesia  terdapat orang-orang Keturunan Tionghoa yang kebanyakan berdiam di daerah-daerah kota.

Menurut G. William Skinner dalam “The Chinese Minority”, batasan yang memadai tentang orang Keturunan Tionghoa  ini tidaklah didasarkan pada kriteria ras, hukum ataupun budaya, tapi pada identifikasi sosial.

Selengkapnya: Agama Islam dan Orang...

Mengenang H. Abdulkarim Oei Tjeng Hien

Sesepuh "Saudara Baru" yang Wafat

Oleh H. Junus Jahja *)

Di Malaysia orang yang baru memeluk Islam, disapa dengan "Saudara baru". Kebiasaan "ini sebenarnya juga ada di tanah air  walaupun belum begitu melembaga. Dan pada 14 Oktober dikebumikan seorang "Saudara Baru" yang sudah lama masuk Islam padaahun 1928an. Beliau adalah Haji Abdulkarim Oei Tjeng Hien yang wafat dalam usia 83 tahun. Siapakah beliau yang namanya tidak asing lagi kedengarannya.

Riwayat Hidup Singkat

Haji Abdulkarim dilahirkan pada tahun 1905 di Padang sebagai Oei Tjeng Hien dan setelah lulus SD mengikuti kursus-kursus. Untuk kemudian menjadi pandai emas dan pedagang hasil bumi, Ialu hijrah ke Bengkulu. Ketika usia 20-an Oei masuk lsiam setelah mengadakan perbandingan agama.

Selengkapnya: Mengenang H. Abdulkarim Oei...